GKI Bintaro Jakarta

Lembaran Pembinaan

Bahan PA

Bulan Juli

 

ROH KUDUS MEMBUAT MUSUH BESAR MENJADI PEWARTA AGUNG

Kis. 9:17-31

 

Jalan Terjal Pertobatan

Meyakini dan menerima pertobatan atau perubahan seseorang memang tidak mudah. Lebih-lebih jika memiliki latar belakang kehidupan yang sangat buruk seperti Saulus. Baca 1 Tim 1:13, perhatikan kata ganas tersebut, yang bermakna agresif, galak, dan keji.

Keganasan Saulus tergambar dalam lukisan abad mula-mula yang digambarkan sebagai sosok pria yang memegang batu besar dengan dua tangan terangkat. Untuk apa batu itu terangkat? Untuk mengeksekusi umat Tuhan. Saulus adalah eksekutor, pembunuh berdarah dingin. Tindakkannya tidak manusiawi sebab melakukan penyiksaan dan pembunuhan kepada orang-orang yang berbeda keyakinan, yaitu orang-orang Kristen atau pengikut Yesus Kristus khususnya yang ada di sekitar Palestina.

 

Walau wajar meragukan pertobatan seseorang tidak dengan yayasan atau orang-orang yang memberikan pelayanan di LAPAS. Bandingkan Yayasan DOULOS atau seperti bapak JIMMY SUHADI, mereka adalah orang-orang yang tidak gampang dibuat ragu oleh para mantan narapidana. Walau dapat dipastikan di antara ribuan narapidana yang bertobat ada saja yang terjatuh kembali ke dalam dosa-dosanya. Namun sekali lagi orang-orang seperti Jimmy Suhadi menolak untuk putus asa.

 

Memang pada kenyataannya ada yang menjalani “hidup baru”-nya dengan sungguh-sungguh, bahkan sangat luar biasa semangatnya sebagai orang percaya. Perubahan kehidupannya sangat nyata. Namun sebaliknya yang pura-pura juga tidak sedikit, bergantung dari motivasinya, misalkan hanya untuk mencari bantuan uang, mendapatkan pekerjaan, dan keuntungan pribadi lainnya.

 

Bandingkan dengan Pendeta yang dipanggil AGUS KAIROS SUTIKNO dari Semarang. Pria penuh tato tersebut memiliki masa lalu sangat buruk sebagai alkoholic ketika berada di kota kelahirannya di Jawa Timur. Namun Yesus menginginkannya menjadi pemberita Firman, tidak saja dengan ucapan dan kata-kata khotbah namun juga berinteraksi langsung, sehingga pelayannya dijuluki Pendeta tanpa mimbar. Perubahan dan pertobatannya nyata dan tidak perlu diragukan. 

 

Perubahan Ala Roh Kudus

Orang-orang seperti Ananias dan Barnabas adalah orang-orang yang luar biasa. Sebab mereka berani bersikap berbeda dengan orang kebanyakan yang menolak untuk mempercayai pertobatan Saulus. Bagaimana mereka dapat mempercayai pertobatan Saulus? Ternyata sikap memilih percaya dan menerima pertobatan Saulus bukan tindakan yang tiba-tiba atau spontan. Memang tidak bisa setiap orang yang mengaku-aku bertobat, percaya kepada Tuhan dan pindah keyakinan kemudian kita terima begitu saja dan diberikan akses sebesar-besarnya di Gereja. Bandingkan Saulus bisa saja hanya berpura-pura dan di kemudian hari dia kembali menangkap dan menganiaya orang-orang percaya.

 

Baca ayat 17, di sana dituliskan bahwa apa yang Ananias dengar sama dengan apa yang Ananias lihat. Tuhan menunjukkan apa yang sebelumnya terjadi dan sama dengan apa yang terjadi. Dengan demikian Ananias dalam keterbatasannya sebagai manusia biasa bisa diteguhkan keyakinannya. Terbukti dan nyata bahwa memang pertobatan Saulus layak di percaya, layak diterima.

 

Demikian juga dengan Barnabas yang meyakini pertobatan Saulus tidak terjadi tiba-tiba sebab keberadaan Saulus sudah dikenal, kiprahnya sudah terdengar, bandingkan ayat 27. Perhatikan bagian semakin besar pengaruhnya, artinya sudah tersebar luas tentang keberadaannya, yaitu Saulus yang berbeda, yang hidup baru di dalam Tuhan, yang kemudian di sebut Paulus.

 

Apa yang terjadi dapat disimpulkan cara kerja Roh Kudus ternyata tidak selalu meninggalkan kemampuan dan keterbatasan berpikir manusia. Roh Kudus tidak selalu melakukan pendekatan spiritual namun juga pendekatan akal. Sifat utama pendekatan spiritual adalah paranormal melampaui normal sehingga di luar akal manusia. Namun sekali lagi pada kenyataannya tidak selalu demikian. Bahkan dapat simpulkan terkait dengan pertobatan dan hidup baru seseorang perlu melihat buahnya terlebih dahulu, bukan tiba-tiba di percaya hanya dengan pernyataan dan perkataan semata. 

 

Perubahan Sejati Dilihat Dari Buahnya Yang Bertumbuh Bertahap

Bandingkan kejadian November 2006 pada saat Presiden Amerika George W Bush datang ke Indonesia dan diterima oleh SBY di Istana Bogor. Dan saat itu ada aksi santet Bush oleh seorang para normal yang dikabarkan sudah terima Yesus. Video nya tersebar luas dan banyak orang memuji-mujinya, namun ternyata tidak seperti apa yang dikabarkan. Ingat “buahnya” harus jelas dahulu.

 

Terkait dengan buahnya tersebut pertama-tama kita perlu memahami seperti pada umumnya pepohonan maka proses pertumbuhannya dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari bibitnya, tanahnya, cahaya Mataharinya, dll. Tidak ada faktor tunggal dari pertumbuhan suatu pohon hingga menghasilkan buah yang lebat dan enak.

 

Bandingkan kisah tentang dua pohon yang satu ditanam dekat dengan aliran air sedangkan yang satu jauh dari aliran air. Tentu pohon yang ditanam di tepi aliran air lebih cepat bertumbuh dan berbuah, sebab mendapatkan kecukupan air sangat menolong pertumbuhan pohon tersebut.

 

Alkisah sang pemilik pohon menyayangi pohon yang ditanam di dekat aliran sungai. Pohon tersebut diurus dengan baik, berbeda dengan pohon yang satunya. Apalagi pohon tersebut bertumbuh semakin tinggi, dengan buah yang semakin lebat. Namun apa yang terjadi kemudian, suatu ketika angin badai bertiup kencang menghempas daerah itu dan menerpa kedua pohon tersebut. Dan ternyata pohon yang ditanam ditepi sungai tumbang dengan akar-akarnya tercabut.

 

Apa yang terjadi, pohon yang ditanam jauh dari aliran air memang lebih lambat pertumbuhannya karena harus berjuang menancapkan akar-akarnya lebih dalam agar sampai ke sumber air dahulu. Proses menancapkan akar-akarnya itu merupakan perjuangan yang hebat. Dengan akar tertancap dalam maka pohon tersebut memiliki pegangan kuat di dalam tanah, sangat kuat sehingga ketika angin bertiup kencang pohon tersebut dapat bertahan. Berbeda dengan pohon ditepi aliran sungai, dengan sedikit akar maka dengan segera kebutuhan air sudah tercukupi tetapi masalahnya pohon itu tidak kokoh dari terpaan angin dan badai.

 

Bandingkan dengan “buah iman” Saulus yang tidak serta merta secara ajaib memiliki kesaktian dan kehebatan penuh mujizat. Semua ia jalani dengan proses bertahap seperti gambaran pepohonan tadi. Misalkan di dalam bacaan dikisahkan adanya ancaman nyawanya dan ia tidak menutup mata, nekat maju terus, hajar, hantam kromo, siapapun dilawan dan dihadapi. Paulus tidak bersikap asal benar, asal di dalam Tuhan, maju terus tidak perduli apa kata orang, tutup mata tutup telinga, mentang-mentang pilihan Tuhan.

Bukan seperti itu, ketika ancaman nyawa terjadi. Paulus juga tidak pasrah berdiam diri atau tidak memilih jalan melakukan perlawanan fisik, namun Paulus memilih menghindar, baca ayat 30-31. Dan itu dia lakukan setelah terjadi pergolakkan di Yerusalem seperti yang tertulis dalam ayat 28.

Selain itu Paulus juga melakukan dialog seperti yang tertulis dalam ayat 29, artinya dengan kerendahan hati Paulus memberikan penjelasan, klarifikasi dan berdiskusi walau tidak selalu membawa hasil, mereka tetap berusaha membunuhnya.

 

Kesimpulannya Roh Kudus tetap konsisten menolong umatnya agar pertumbuhan iman baik dan mantap. Dalam hal ini tidak selalu menggunakan cara-cara kontroversial, namun juga dengan proses setahap demi setahap, natural bandingkan cerita pohon diatas. Jadi buah Roh Kudus yang nyata dalam kehidupan Paulus terbukti menghadirkan damai sejahtera bukan perpecahan, menghadirkan ketenangan bukan kegaduhan, menghadirkan solusi demi kebaikkan sebanyak-banyaknya umat, bukan beberapa orang bahkan satu orang saja.

 

Pendalaman materi

  1. Saksikan tahap demi tahap karya Roh Kudus di dalam diri sdr sendiri atau orang lain.
  2. Hal-hal biasa apa yang Paulus alami padahal dia adalah “pilihan Tuhan”?
  3. Ceritakan orang-orang disekitar saudara-saudara yang walau hidupnya biasa-biasa saja namun memberikan inspirasi karena pelayanan atau perbuatannya sehari-hari.

GKI BINTARO JAKARTA

  • Jl. Pongtiku No.2 Bintaro Permai 2
    Jakarta Selatan 12330
  • Telp. (021) 7388 5403
  • Fax. -

JADWAL KEBAKTIAN

  • Kebaktian Umum : 08.00 WIB | 17.00 WIB
  • Kebaktian Sekolah Minggu : 08.00 WIB
  • Kebaktian Remaja : 08.00 WIB

AGENDA KEGIATAN

KATERGORI BERITA

KATERGORI ARTIKEL

BANNER

POLLING

    Apakah keberadaan Website GKI Bintaro Jakarta cukup memberikan informasi ?
    Baik
    Cukup
    Kurang
    Sangat Kurang

STATISTIK PENGUNJUNG

    025556

    Pengunjung hari ini : 9
    Total pengunjung : 25556
    Hits hari ini : 76
    Total Hits : 71850
    Pengunjung Online : 1
Copyright © 2013. GKI Bintaro Jakarta. Designed by tanihatoe